URBANCITY.CO.ID – Pasar kartu grafis diperkirakan akan mengalami kenaikan harga pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan seperti AMD dan NVIDIA dikabarkan akan menyesuaikan harga produk mereka, dengan potensi peningkatan sekitar 10 hingga 20 persen. Kondisi ini dipicu oleh tekanan biaya komponen utama yang semakin meningkat.
AMD telah memberi tahu mitra distribusinya tentang kenaikan biaya sekitar 10 dolar untuk setiap 8GB VRAM. Langkah ini mencerminkan beban biaya memori yang terus naik dan berpotensi langsung memengaruhi harga ritel kartu grafis kelas menengah hingga atas.
Tekanan pasokan berasal dari produsen memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron, yang mengalihkan sekitar 18 hingga 28 persen kapasitas DRAM mereka ke produksi HBM. Peralihan ini membuat pasokan memori konvensional yang biasa digunakan pada kartu grafis konsumen menjadi lebih ketat.
Akibatnya, harga kontrak DRAM dilaporkan melonjak hingga sekitar 170 persen secara tahunan. Lonjakan ini menciptakan efek berantai di industri perangkat keras, di mana produsen harus menyesuaikan strategi produksi dan harga jual untuk menjaga margin keuntungan.
Baca Juga : Planetarium Jakarta Dibuka Kembali Setelah 13 Tahun, Jadi Pusat Edukasi Astronomi di Jakarta
Di sisi lain, NVIDIA juga berencana memangkas produksi GPU diskrit untuk gim sebesar 30 hingga 40 persen pada paruh pertama 2026. Kombinasi antara pasokan terbatas dan biaya tinggi membuat konsumen perlu bersiap menghadapi harga kartu grafis yang lebih mahal.



