Bidang Studi yang Kurang Relevan di Era 2026 Menurut Pakar

Ilustrasi Pelajar (Pexels)

URBANCITY.CO.ID – Seiring memasuki tahun 2026, dunia pendidikan kembali menghadapi tantangan besar. Perkembangan teknologi yang pesat, seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan, serta perubahan struktur ekonomi, membuat beberapa jurusan pendidikan mulai kehilangan relevansinya. Hal ini terjadi karena kebutuhan pasar tenaga kerja yang berubah cepat, sehingga tidak semua bidang keahlian masih sesuai dengan permintaan industri.

RELATED POSTS

Dalam konteks ini, para pakar pendidikan menyoroti bahwa sistem pendidikan perlu dievaluasi agar dapat menghasilkan lulusan yang adaptif dan kompetitif. Beberapa jurusan dianggap kurang relevan bukan karena ilmunya sudah ketinggalan zaman, melainkan karena ada tumpang tindih kompetensi dengan jenjang pendidikan lainnya.

Di sisi lain, ada bidang yang masih sangat dibutuhkan, tetapi kurang diminati karena penghargaan dan prospek karier yang dianggap kurang menjanjikan.

Situasi ini mendorong perlunya evaluasi ulang terhadap pengembangan jurusan, terutama di pendidikan vokasi dan sekolah menengah kejuruan. Dengan demikian, kebijakan pendidikan ke depan dapat lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang sesungguhnya.

Baca juga : Pasar Modal Indonesia Tangguh dan Berintegritas Sepanjang Tahun 2025

Lantas, jurusan mana saja yang mulai tidak lagi relevan mulai 2026? Mari kita simak penjelasan dari para pakar.

Dalam bidang pendidikan vokasi, pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, Darmaningtyas, menyoroti ketidaksesuaian beberapa program keahlian di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini. Menurutnya, jurusan seperti Administrasi Perkantoran, Manajemen, dan Akuntansi di tingkat SMK mulai kehilangan relevansi karena kebutuhan tenaga di bidang tersebut sudah banyak dipenuhi oleh lulusan politeknik atau sarjana strata satu.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Kemampuan lulusan SMK dari jurusan-jurusan itu tidak mungkin mampu bersaing dengan lulusan politeknik atau S1. Sementara anak-anak SMK yang mengambil program tersebut belum tentu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” Rabu (31/12/2025).

Ia bahkan menilai bahwa jika tidak ada penyesuaian serius, pembelajaran di jurusan tersebut berpotensi sia-sia dan perlu dievaluasi mendalam.

Sebaliknya, Darmaningtyas menekankan bahwa sektor agro, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kelautan, tetap sangat dibutuhkan hingga saat ini. Masalahnya bukan pada relevansi, melainkan pada rendahnya penghargaan terhadap sektor-sektor tersebut.

“Sektor agro sebetulnya tetap dibutuhkan, cuma selama ini penghargaan terhadapnya masih kurang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengenalan bidang-bidang agro kepada siswa SMK sudah tepat, asalkan disesuaikan dengan tingkat kompetensi peserta didik. Di jenjang SMK, siswa belum dituntut untuk mahir sepenuhnya, melainkan diperkenalkan sebagai fondasi awal sebelum pendalaman di perguruan tinggi.

“Sebagai pengenalan kepada pelajar SMK itu sudah oke, sesuai tingkatannya. Kemampuan mereka memang belum sampai tahap mahir, tapi sudah saatnya dikenalkan sejak SMK,” ucapnya.

Lebih lanjut, Darmaningtyas juga membahas relevansi jurusan di bangku kuliah. Namun, ia menegaskan bahwa relevansi sebuah jurusan kuliah tidak bisa dilepaskan dari tujuan utama menempuh pendidikan tinggi. Jika kuliah dimaknai sebagai proses membangun dan mengasah pola pikir, maka seluruh jurusan tanpa kecuali akan tetap relevan sepanjang zaman.

“Kalau kuliah itu tujuannya untuk mengembangkan pola pikir maka semua jurusan di bangku kuliah akan selalu relevan sepanjang zaman,” jelasnya.

Baca Juga : Planetarium Jakarta Dibuka Kembali Setelah 13 Tahun, Jadi Pusat Edukasi Astronomi di Jakarta

Tapi, persoalan muncul ketika kuliah dipersempit hanya sebagai jalan cepat menuju pekerjaan. Dalam kerangka berpikir sempit tersebut, jurusan-jurusan dengan basis ilmu sosial dan humaniora kerap dicap tidak relevan karena dianggap tidak memiliki jalur karier yang lurus dan pasti.

“Kalau tujuan kuliah hanya untuk mencari pekerjaan, tentu ada bidang-bidang yang dianggap tidak relevan, terutama ilmu sosial dan humaniora, karena tidak mudah mendapatkan lapangan kerja yang konsisten dengan bidang keilmuannya,” ujar Darmaningtyas.

Sebaliknya, ia menekankan bahwa jika pendidikan tinggi diarahkan untuk membentuk cara berpikir kritis, analitis, dan reflektif, maka jurusan-jurusan sosial dan humaniora justru akan terus relevan menghadapi perubahan zaman.

“Kalau kuliah tujuannya mengembangkan pola pikir, maka jurusan-jurusan dengan napas sosial dan humaniora akan selalu relevan terhadap perkembangan zaman,” katanya.

Related Posts

Add New Playlist

content-ciaa-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100176

cuaca 898100177

cuaca 898100178

cuaca 898100179

cuaca 898100180

cuaca 898100181

cuaca 898100182

cuaca 898100183

cuaca 898100184

cuaca 898100185

cuaca 898100186

cuaca 898100187

cuaca 898100188

cuaca 898100189

cuaca 898100190

cuaca 898100191

cuaca 898100192

cuaca 898100193

cuaca 898100194

cuaca 898100195

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

article 710000201

article 710000202

article 710000203

article 710000204

article 710000205

article 710000206

article 710000207

article 710000208

article 710000209

article 710000210

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

article 710000221

article 710000222

article 710000223

article 710000224

article 710000225

article 710000226

article 710000227

article 710000228

article 710000229

article 710000230

article 710000231

article 710000232

article 710000233

article 710000234

article 710000235

article 710000236

article 710000237

article 710000238

article 710000239

article 710000240

article 710000241

article 710000242

article 710000243

article 710000244

article 710000245

article 710000246

article 710000247

article 710000248

article 710000249

article 710000250

artikel 338000001

artikel 338000002

artikel 338000003

artikel 338000004

artikel 338000005

artikel 338000006

artikel 338000007

artikel 338000008

artikel 338000009

artikel 338000010

artikel 338000011

artikel 338000012

artikel 338000013

artikel 338000014

artikel 338000015

artikel 338000016

artikel 338000017

artikel 338000018

artikel 338000019

artikel 338000020

artikel 338000021

artikel 338000022

artikel 338000023

artikel 338000024

artikel 338000025

artikel 338000026

artikel 338000027

artikel 338000028

artikel 338000029

artikel 338000030

artikel 338000031

artikel 338000032

artikel 338000033

artikel 338000034

artikel 338000035

artikel 338000036

artikel 338000037

artikel 338000038

artikel 338000039

artikel 338000040

artikel 338000041

artikel 338000042

artikel 338000043

artikel 338000044

artikel 338000045

artikel 338000046

artikel 338000047

artikel 338000048

artikel 338000049

artikel 338000050

artikel 338000051

artikel 338000052

artikel 338000053

artikel 338000054

artikel 338000055

artikel 338000056

artikel 338000057

artikel 338000058

artikel 338000059

artikel 338000060

artikel 338000061

artikel 338000062

artikel 338000063

artikel 338000064

artikel 338000065

artikel 338000066

artikel 338000067

artikel 338000068

artikel 338000069

artikel 338000070

artikel 338000071

artikel 338000072

artikel 338000073

artikel 338000074

artikel 338000075

artikel 338000076

artikel 338000077

artikel 338000078

artikel 338000079

artikel 338000080

artikel 338000081

artikel 338000082

artikel 338000083

artikel 338000084

artikel 338000085

artikel 338000086

artikel 338000087

artikel 338000088

artikel 338000089

artikel 338000090

article 238000411

article 238000412

article 238000413

article 238000414

article 238000415

article 238000416

article 238000417

article 238000418

article 238000419

article 238000420

article 238000421

article 238000422

article 238000423

article 238000424

article 238000425

article 238000426

article 238000427

article 238000428

article 238000429

article 238000430

article 238000431

article 238000432

article 238000433

article 238000434

article 238000435

article 238000436

article 238000437

article 238000438

article 238000439

article 238000440

content-ciaa-1701