Selama 29 tahun berkiprah, ajang ini membaca tren gaya hidup kaum urban yang menggandrungi eksplorasi ritme tradisional berbalut aransemen kontemporer.
Sebanyak 67 kategori apresiasi tahun ini merangkul empat sektor pertumbuhan baru: Album Rap/Hip-Hop Terbaik, Karya Produksi Musik Etno Terbaik, Karya Produksi Hip-Jazz Terbaik, dan Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik.
Penyelenggara juga membuka peluang kolaborasi bisnis lintas negara lewat penghargaan khusus Japanese Popular Music bersama mitra industri Jepang.
Baca Juga:Â Orbitkan Musisi Malut, Kementerian Ekraf Fasilitasi Video Musik Ternate-Tidore
Sinergi ini membuka akses pasar ekspor bagi musisi Tanah Air untuk menjangkau basis pendengar internasional yang loyal dan memiliki daya beli tinggi.
Deretan pejabat tinggi negara mengawal langsung penguatan ekosistem ini, antara lain Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Dirjen Pengembangan Ahmad Mahendra, Dirjen Pelindungan Restu Gunawan, dan Dirjen Diplomasi Endah T. D. Retnoastuti.
Hadir pula Sekjen Kemendikdasmen Suharti, Staf Ahli Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, Staf Ahli Anindita Kusuma Listya, Staf Khusus B. R. A. Putri Woelan Sari Dewi, Ketua YAMI Chandra Darusman, serta Plt. Dirut LPDP Yon Arsal.
Sinergi lintas pemangku kepentingan ini memastikan musik Nusantara terus berkembang sebagai motor ekonomi kreatif yang menghidupkan gaya hidup kota modern.




