URBANCITY.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil mengurai kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menjelang penghentian sementara operasional penyeberangan untuk menghormati Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948.
Per Rabu malam, 18 Maret 2026, antrean kendaraan yang sebelumnya mengular kini dilaporkan mencapai titik nol kilometer.
Hingga pukul 22.20 WITA, area tollgate pelabuhan terpantau lancar tanpa penumpukan unit. Kondisi ini dicapai setelah ASDP melakukan percepatan layanan dan optimalisasi buffer zone guna menyerap lonjakan pemudik yang hendak meninggalkan Pulau Dewata menuju Jawa maupun Lombok.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif lintas sektoral yang bergerak responsif.
Baca Juga: Arus Mudik H-5: Penyeberangan Jawa-Sumatera Meningkat, ASDP Pastikan Merak Terkendali
“Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang solid mampu menghadirkan solusi nyata dalam waktu cepat,” ujar Yossianis dalam keterangannya.
Lonjakan Penumpang Tembus 65 Persen
Meski kondisi saat ini stabil, data Posko Gilimanuk menunjukkan adanya tekanan signifikan pada kapasitas layanan selama 24 jam terakhir.
Tercatat, jumlah penumpang pada H-3 Nyepi melonjak drastis hingga 74.213 orang, atau naik 65,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sektor kendaraan juga mencatatkan pertumbuhan yang masif:
- Roda Dua: 14.659 unit (naik 44,5%)
- Roda Empat: 7.260 unit (naik 87,7%)
- Truk: 1.051 unit (naik 139,4%)
- Total Kendaraan: 23.555 unit (naik 58,8%)
Secara kumulatif sejak H-10, ASDP telah menyeberangkan 457.611 penumpang. Peningkatan mobilitas yang melampaui 40 persen ini sempat memicu dinamika lalu lintas di luar kawasan pelabuhan, namun berhasil diredam melalui penambahan armada kapal dan percepatan durasi bongkar muat.




