Pengelolaan arus dioptimalkan lewat pola operasional Tiba-Bongkar-Berangkat, didukung pemantauan real time dari Port Operational Control Center.
Evaluasi buffer zone jadi prioritas. Berbekal pengalaman masa lalu, koordinasi dengan Kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol diperkuat agar zona penyangga ini efektif kendalikan kepadatan, baik saat sepi maupun ramai.
Baca Juga: Awas Cuaca Ekstrem Berlanjut! ASDP Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Sumatera-Jawa-Bali
Transformasi digital tetap andalan. Sistem tiket daring Ferizy dioptimalkan di semua lintasan, plus kenyamanan Ferizy Lounge. Pemesanan tiket bisa mulai H-60 keberangkatan. Masyarakat diimbau rencanakan perjalanan awal dan datang tepat waktu.
Keselamatan jadi perhatian. BMKG peringatkan monsun Asia aktif, potensi hujan lebat dan perairan dinamis. ASDP siapkan fleksibilitas lewat kebijakan refund dan reschedule jika operasional disesuaikan demi keselamatan. Masyarakat diingatkan beli tiket hanya via kanal resmi, hindari percaloan.
Berdasarkan data, pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 diproyeksi 5,8 juta orang—naik 9,4 persen—dengan kendaraan 1,4 juta unit, meningkat 9,3 persen. Proyeksi ini landasan penyusunan kapasitas dan operasional komprehensif.
Dengan strategi terukur, kolaborasi lintas sektor, dan kedisiplinan bersama, ASDP optimistis mudik Lebaran 2026 lebih tertib, aman, dan berkesan. Setiap pemudik pulang dengan tenang. (*)






