URBANCITY.CO.ID – Atase Perdagangan (Atdag) RI Canberra resmi meluncurkan program strategis bertajuk “After Sahur Export Bootcamp: Program 30 Hari Tembus Australia & Pasifik”.
Program yang berlangsung mulai 18 Februari hingga 19 Maret 2026 ini dirancang untuk mencetak eksportir baru yang kompeten melalui penguatan literasi dan optimalisasi jejaring diaspora.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret Kementerian Perdagangan dalam memperkuat diplomasi ekonomi di kawasan Australia, Selandia Baru, dan Pasifik. Fokus utama program ini adalah mengatasi hambatan teknis yang selama ini menghantui pelaku UMKM, seperti standar biosekuriti Australia yang sangat ketat.
Atase Perdagangan RI Canberra, Agung Haris Setiawan, menegaskan bahwa peran Perwakilan Perdagangan kini tidak hanya sebatas promosi, tetapi juga pada penciptaan ekosistem eksportir yang adaptif.
“Dampak jangka panjang yang diharapkan dari program ini adalah berkurangnya angka kegagalan dari kesalahan prosedural ekspor, seperti penolakan biosekuriti di Australia. Lulusan bootcamp ditargetkan memiliki kesiapan teknis berjenjang, yaitu siap kirim sampel, ekspor perdana, dan menangani pesanan berulang (repeat order),” jelas Haris.
Pemanfaatan IA-CEPA dan Strategi 30 Hari
Selama 30 hari secara maraton, lebih dari 300 pelaku UMKM dan diaspora akan dibekali keterampilan teknis, mulai dari identifikasi HS Code, negosiasi kontrak, hingga struktur harga internasional.




