URBANCITY.CO.ID – Awas cuaca ekstrem berlanjut. Ungkapan peringatan ini mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera memperkuat kesiapsiagaan penyeberangan di lintas Sumatera-Jawa-Bali.
Menurut Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, cuaca memang berada di luar kendali manusia namun tingkat kesiapsiagaan dapat terus ditingkatkan.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Heru mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan, khususnya di lintas utama Sumatera–Jawa–Bali, agar meningkatkan kewaspadaan dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul dinamika operasional di Pelabuhan Merak pada Jumat, 23 Januari 2026, yang dipengaruhi kondisi cuaca kurang bersahabat.
Baca Juga: ASDP Beri Diskon hingga 36 Persen untuk Arus Balik Bakauheni-Merak, Cek Jadwalnya!
“Situasi ini menjadi pengingat bahwa faktor alam memiliki peran besar dalam operasional penyeberangan, terutama pada jalur-jalur vital penghubung pusat mobilitas nasional,” ujarnya melalui siaran resmi yang diterima Urbancity, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Heru, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 25–31 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada puncak musim hujan.
Kondisi ini dipicu penguatan Monsun Asia serta aktivitas gangguan tropis di wilayah selatan Indonesia, yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan, kecepatan angin, dan tinggi gelombang di sejumlah perairan strategis.
BMKG memprakirakan kecepatan angin di perairan Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Bali berada pada kisaran 14–16 knot, dengan hembusan angin (gust) mencapai 25–30 knot.




