Ia menambahkan, edukasi dan pemberdayaan pedagang perlu terus diperkuat agar akses keuangan dapat membantu mereka mengelola usaha, memperluas peluang pembiayaan, dan meningkatkan daya saing.
Baca juga: Dua Tahun Kabinet Merah Putih: Investasi UMKM Pacu Gaya Hidup Produktif
Bank Jakarta Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perseroan untuk memperluas edukasi keuangan dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.
Menurut Agus, keberhasilan industri jasa keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, besarnya transaksi, maupun perkembangan teknologi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Bank Jakarta untuk terus memperluas edukasi keuangan dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Kami meyakini bahwa literasi keuangan yang baik akan mendorong masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak, sedangkan inklusi keuangan yang berkualitas dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” kata Agus.
Bank Jakarta juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan regulator, pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca juga: Investasi Ekraf Indonesia-Mozambik Buka Peluang Bisnis Global Baru
Indeks Inklusi Keuangan Jakarta Capai 99,74 Persen




