Efisiensi operasional juga membaik, tecermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang turun menjadi 37,75 persen. Selain itu, pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income (FBI) tumbuh solid 16,1 persen YoY.
Akselerasi Digital: Livin’ dan Kopra Melesat
Transformasi digital menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Bank Mandiri. Transaksi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri melesat 49,3 persen YoY, sementara aktivitas pada platform Kopra by Mandiri—untuk segmen wholesale—naik 27 persen YoY.
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan Bantuan Logistik dan Kerahkan Relawan untuk Korban Banjir Majalaya
Novita menjelaskan bahwa penguatan ekosistem digital ini bertujuan untuk memperluas inklusi keuangan, mulai dari nasabah ritel hingga digitalisasi transaksi UMKM melalui Livin’ Merchant.
Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah.
“Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” imbuh Novita.
Kualitas Kredit Terjaga
Meski agresif dalam menyalurkan kredit, Bank Mandiri tetap disiplin dalam manajemen risiko. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) stabil di level 0,97 persen, turun 3 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Biaya kredit (Cost of Credit) juga menyusut 21 bps menjadi 0,35 persen.
Baca Juga: Otot Finansial dan Mandat Negara, Bank Mandiri Perkuat Sokongan bagi Agenda Nasional






