URBANCITY.CO.ID – Lonjakan harga emas dunia tengah menguji napas industri perhiasan tanah air. Tak sekadar menaikkan struktur biaya, dinamika pasar global ini mulai menggeser pola konsumsi masyarakat.
Namun, bagi Kementerian Perindustrian, badai harga ini justru dipandang sebagai pintu masuk untuk merombak ekosistem emas nasional agar lebih tangguh.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, kenaikan harga global adalah momentum untuk mempercepat integrasi industri yang lebih transparan.
Tantangan kenaikan harga emas global ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional.
Baca Juga: Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Lewat Desain Chip dan SDM
“Melalui pengembangan roadmap bank bullion, dan kebijakan yang mendorong transparansi, kami ingin memastikan perputaran ekonomi emas semakin sehat dan memberikan manfaat optimal bagi industri dan negara,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari lalu.
Ambisi Bank Bullion
Di balik gemerlap etalase, industri perhiasan adalah mesin ekonomi yang padat karya. Dengan lebih dari 500 pelaku industri dan 30.000 toko emas, sektor ini menyumbang ekspor sebesar USD 8,47 miliar sepanjang Januari hingga November 2025.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengungkapkan bahwa para perajin kini tengah bersiasat.
“Pemerintah mencermati bahwa kenaikan harga emas berdampak pada penyesuaian strategi produksi dan pemasaran, termasuk perubahan desain, kadar, serta pola penjualan. Namun demikian, sektor ini dinilai tetap memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui inovasi desain, efisiensi produksi, dan perluasan pasar,” jelas Reni.




