<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - Pada Jum'at, 3 Februari 2024 lalu, tim nasional sepak bola usia 20 tahun (Timnas U-20) sekolah pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini dilakukan agar Timnas U-20 agar melek investasi. Kegiatan ini berkat kerja sama PSSI melalui Yayasan Bakti Sepak Bola, BEI dan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS). Selain itu sebagai sarana edukasi dan literasi bagi pemain tim U-20 Indonesia. Sekolah Pasar Modal (SPM) untuk Negeri merupakan kelanjutan dari penandatanganan nota kesepahaman antara BEI dan Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia pada 7 Agustus 2023 yang lalu. Kerja sama ini merupakan komitmen nyata untuk memajukan sepak bola Indonesia dengan menyediakan pemahaman tentang investasi, perencanaan keuangan, dan pentingnya persiapan masa pensiun bagi para atlet. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/fifa-world-cup-u-17-bni-berikan-promo-pembelian-tiket-30/">FIFA World Cup U-17, BNI Berikan Promo Pembelian Tiket 30%</a> Pelatih tim U-20, Indra Sjafri, mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Apalagi ini baru pertama kali tim U-20 Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia yang telah mengajak ke sini. Alhamdulillah hari ini BRI Danareksa Sekuritas memberikan dua lot ya untuk para pemain tim U-20 Indonesia," kata Indra Sjafri. Pada kesempatan ini, BRIDS membagikan 200 lembar atau dua lot saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI ke masing-masing pemain. "Ini suatu hal yang sangat positif. Saya sebagai pelatih yang membangun tim U-20 Indonesia kita mereformasi bagaimana cara membentuk tim nasional yang lebih baik, dan termasuk bagaimana mereka mempersiapkan masa depannya," jelas pelatih yang sukses membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013, Piala AFF U-22 2019, dan emas SEA Games 2023 tersebut.<!--nextpage--> Selain itu, mereka juga melakukan hal-hal lain seperti publik speaking, dan hal-hal lain yang positif untuk mensuport perkembangan karir pemain sepak bola. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Susyanto sebagai Sekretaris Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia, Marsal Masita Direktur PT Garuda Sepak Bola Indonesia. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/adu-finalti-dki-jakarta-juara-soeratin-u-17-tahun-2024/">Adu Finalti, DKI Jakarta Juara Piala Soeratin U-17 Tahun 2024</a> Hadir pula Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI; Fifi Virgantara, Direktur Retail & Information Technology PT BRI Danareksa Sekuritas, dan Ardan Adiperdana, Pembina Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia. Sementara itu, salah satu pemain tim U-20 Indonesia, Muhammad Iqbal Gwijangge, bersyukur dia dan rekan-rekannya dapat hadir di kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, kita para pemain mendapat pelajaran baru karena kita juga tahu bermain sepak bola ini tidak selamanya alias ada batas waktunya mungkin sampai umur 35 atau lebih," kata Iqbal. Dari sekarang, sambung dia, para pemain harus berjuang dan berpikir untuk kedepannya apa yang harus dilakukan setelah pensiun dari dunia sepak bola. "Kegiatan ini bagus sekali untuk kita semua bisa belajar. Saya dan teman-teman juga bisa tahu bagaimana kita bisa investasi yang bagus di saham dalam maupun di luar negeri," pungkas Iqbal. Tim U-20 saat ini masih menjalani pemusatan latihan di Jakarta hingga 10 Februari mendatang. Skuad Garuda Nusantara tersebut disiapkan untuk berlaga di Piala AFF U-19 2024, Kualifikasi Piala AFC U-20 dan target lolos Piala Dunia U-20 2025 mendatang.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a></strong>