Sebagai motor penggerak manajemen pengetahuan (knowledge management), Pertamina Corporate University memegang peran sentral dalam menyaring dan mengarsipkan data.
VP Learning Development Pertamina Corporate University, Yulius Bulo, memaparkan bahwa pihaknya kini fokus mendokumentasikan rekam jejak ilmu pengetahuan internal menjadi aset digital.
Menurutnya, literasi masih sangat penting di masa saat ini. Untuk itu, Pertamina juga berupaya mendokumentasikan knowledge asset yang menjadi salah satu koleksi digital perusahaan untuk mendiseminasi atau menyebarkan hal tersebut sebagai sarana belajar di internal pekerja Pertamina.
“Keseluruhan ekosistem ini harapannya bisa menjadi penguat bagi para perwira untuk membangun literasinya,” urai Yulius.
Baca Juga: Genjot Efisiensi Hulu Migas, Pertamina Drilling Integrasikan Teknologi Pengeboran Digital
Puncak acara ini juga diwarnai dengan sesi talkshow interaktif bertajuk “In this Economy: Does Literacy (Still) Matter?”.
Diskusi berbobot ini menghadirkan dua figur kreatif nasional, yaitu Co-Founder Du’Anyam & CEO Krealogi Hanna Keraf, serta sutradara film animasi JUMBO Ryan Adriandhy, untuk membedah peran literasi di tengah impitan ekonomi global.
Inovasi Enam Dasawarsa yang Tak Boleh Sirna
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menggarisbawahi bahwa pengalaman panjang Pertamina yang telah berdiri lebih dari enam dasawarsa telah melahirkan segudang inovasi berharga.
Pengetahuan personal dari para senior terdahulu harus bisa diwariskan secara estafet kepada generasi muda Pertamina.




