“Program BINA Lebaran 2026 merupakan instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik,” tutur Mendag Busan.
Proyeksi Kunjungan Mal Naik 15 Persen
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengamati adanya tren perbaikan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan.
Ia memproyeksikan lonjakan trafik mal akan naik 10 hingga 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Pemerintah Buka Pelatihan Vokasi Nasional 2026: Gratis untuk 70 Ribu Peserta, Cek Syaratnya!
“Kami melihat tren kunjungan sudah mulai meningkat. Puncak belanja kemungkinan terjadi dalam dua minggu ke depan sebelum masyarakat mulai mudik,” ujar Alphonzus.
Menurutnya, meski sektor fesyen mendominasi menjelang Lebaran, sektor makanan, minuman, dan hiburan akan mengambil alih panggung mulai hari kedua Idulfitri.
Senada dengan itu, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah optimistis program ini akan memperkuat ekonomi dalam negeri di tengah dinamika global.
Melalui relaksasi pajak reklame yang didukung pemerintah daerah, informasi mengenai promosi BINA Lebaran diharapkan menjangkau seluruh pelosok negeri, memastikan perputaran uang tetap berada di dalam koridor domestik selama musim libur panjang. (*)






