Keberhasilan ini menjadi portofolio baru bagi PELNI dalam memperluas cakupan layanan. Selain mengandalkan armada sendiri, PELNI juga menerapkan strategi sharing capacity melalui kerja sama dengan pemilik kapal untuk meningkatkan fleksibilitas operasional.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026: PELNI Angkut 153 Ribu Penumpang, Puncak Diprediksi 2 April
Kokok menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi building capacity untuk memperkuat kompetensi perusahaan, terutama dalam mendukung rantai pasok energi nasional.
“Kami optimis pengembangan segmen angkutan barang komersial, khususnya komoditas curah seperti batubara, akan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kinerja perusahaan ke depan,” tegasnya.
Dengan capaian ini, PELNI memposisikan diri sebagai mitra logistik tepercaya yang siap mendukung kebutuhan industri energi dan memperkuat ketahanan energi di Indonesia melalui layanan yang kompetitif dan terintegrasi. (*)





