URBANCITY.CO.ID – Perum BULOG menegaskan komitmen menjaga ketahanan pangan nasional dengan memulai penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri secara serentak di seluruh Indonesia sejak awal 2026.
Langkah ini bagian dari tugas pemerintah melindungi petani, stabilkan harga pangan, dan kuatkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Kegiatan berlangsung di sentra produksi utama, dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.
Dengan target pengadaan 4 juta ton setara beras, BULOG lakukan penyerapan langsung melalui Kantor Wilayah dan Cabang dengan pola jemput bola. Petugas turun ke sawah, titik panen, dan penggilingan padi.
Baca Juga: BULOG Kantongi Margin 7% Saat Pengadaan, Dirkeu Hendra: Ini Bukan Keuntungan!
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos., S.H., M.Han. menegaskan penyerapan 2026 fokus pada hasil panen petani lokal dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp12.000 per kg untuk beras.
“Sejak awal tahun 2026, BULOG di seluruh Indonesia sudah mulai melakukan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani dalam negeri. Ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak sekaligus menjaga ketersediaan stok beras nasional,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Di Sumatera, penyerapan berjalan sejak Januari 2026 di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. Di Jawa, BULOG cepat serap di Jawa Barat, DKI Jakarta-Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, dengan target lebih tinggi.




