URBANCITY.CO.ID – Sebuah inovasi pangan lahir dari tangan kreatif mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Di ajang Campuspreneur Expo 2026 yang digelar awal April lalu, produk bernama “Burger TemCi” mencuri perhatian publik dengan memanfaatkan tempe dan kentang kleci—komoditas lokal yang selama ini dianggap sebelah mata.
Produk ini merupakan buah pemikiran Dinda Feta Falestri, mahasiswi Agribisnis UNS, yang gelisah melihat rendahnya harga jual kentang kleci di daerah asalnya, Boyolali.
Selama ini, kentang tersebut hanya dijual dalam bentuk rebusan sederhana dengan nilai ekonomi yang minim.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Dorong Mahasiswa Unair Jadi Wirausahawan Berdaya Saing Global
“Saya melihat langsung bagaimana biasanya petani menjual kentang di pasar dalam bentuk rebus saja sehingga nilai jualnya masih terbatas. Padahal kalau diolah, nilainya bisa lebih tinggi. Dari situ kami ingin mencoba memanfaatkan sekaligus mendukung petani di sana,” ujar Dinda di sela pameran.
Karakteristik Unik Kentang Kleci
Kentang kleci dipilih bukan tanpa alasan. Melalui riset mandiri, Dinda menemukan bahwa kentang khas Boyolali ini memiliki tekstur yang tidak lembek, kadar air rendah, serta rasa yang cenderung manis.
Selain itu, kentang ini diklaim kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah anemia dan hipertensi.
Dalam mengolahnya, Dinda berkolaborasi dengan rekannya, Anggita, untuk menciptakan kombinasi gizi seimbang.
Baca Juga: OJK Ingatkan Mahasiswa Universitas Riau Waspadai Risiko Pembiayaan Digital




