Sinergi riset akademis dan kebutuhan pasar riil menjadi kunci percepatan komersialisasi produk mahasiswa dan wirausaha muda.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memaparkan potensi besar 1,4 juta unit UMKM di wilayahnya yang menyerap 2 juta tenaga kerja, di mana 99,55 persen di antaranya masih berada di fase usaha mikro.
Struktur ini membuka ruang investasi masif bagi pelaku usaha yang siap memperkuat tata kelola dan kelayakan bisnis.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung program pemerintah pusat agar UMKM terus bertumbuh, dari mikro menjadi kecil dan dari kecil menjadi menengah,” ujar Bobby.
Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Prabowo Akselerasi Ekonomi Pedesaan dan Investasi Rakyat
Bobby menambahkan bahwa literasi keuangan, standardisasi laporan pembukuan, dan penyusunan feasibility study yang matang menjadi syarat mutlak agar pelaku usaha sukses memikat investor institusional.
“Kita ingin program ini menghasilkan aksi nyata dan membawa UMKM naik kelas,” kata Bobby.
Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Muryanto Amin menyambut positif sinergi strategis ini sebagai katalisator bagi ekosistem riset terapan kampus yang langsung terhubung ke rantai pasok industri.
“Alhamdulillah, melalui ajang ini banyak UMKM bisa mendapatkan mitra. Support dari Pak Menteri luar biasa. Semoga ke depan semakin kuat. Komitmen USU untuk UMKM tidak perlu diragukan lagi, kami siap mendukung,” ujar Muryanto Amin.




