Tim operasional kini menjalankan Fuel Terminal selama 24 jam penuh untuk mempercepat alur distribusi.
Pertamina juga menambah armada mobil tangki agar pasokan tiba di SPBU sebelum aktivitas warga dimulai.
Upaya mitigasi ini menjamin kelancaran arus transportasi barang dan jasa yang menjadi tulang punggung ekonomi domestik.
Dampak Operasional bagi Investasi Logistik
Stabilitas distribusi BBM secara langsung melindungi margin keuntungan pelaku usaha logistik dan manufaktur.
Investor sektor energi melihat efisiensi distribusi ini sebagai daya tarik utama dalam mendukung keberlanjutan investasi di Indonesia.
Sistem RAE (Reguler, Alternatif, dan Emergency) yang diterapkan Pertamina terbukti ampuh dalam menjaga kelangsungan bisnis.
Baca juga: Hari Kartini 2026: Pertamina Patra Niaga Perkuat Kesetaraan Gender di Industri Energi
Pelaku usaha kini memiliki kepastian lebih baik dalam merencanakan operasional jangka panjang di berbagai daerah.
Ketersediaan energi yang terjamin memastikan setiap unit ekonomi dapat bergerak secara produktif dan efisien.
Dukungan masyarakat untuk membeli BBM secara bijak sangat membantu pemerintah dalam menjaga ekosistem energi nasional tetap terjaga.
“Kami akan terus mengoptimalkan distribusi di seluruh wilayah, khususnya pada daerah yang mengalami peningkatan kebutuhan,” ujarnya.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan bersama-sama mendukung penyaluran BBM yang tepat sasaran agar kebutuhan energi seluruh masyarakat dapat terus terpenuhi,” tutup Kitty. (*)




