URBANCITY.CO.ID – Gema takbir tahun ini terdengar berbeda bagi para pekerja PT Elnusa Tbk (Elnusa) di pedalaman Sulawesi Tengah. Bukan dari menara masjid di kampung halaman, melainkan dari pelantang suara kecil di barak sederhana tengah hutan Morowali Utara dan Banggai.
Di tengah medan perbukitan yang menantang, para “Perwira” anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini memilih tetap bersiaga demi mengawal data seismik nasional.
Tak ada tradisi mudik atau sungkeman fisik. Bagi mereka, silaturahmi hanya sejauh layar ponsel. Rasa rindu yang membuncah disalurkan melalui panggilan video di sela-sela rehat operasional.
“Kami saling menguatkan sebagai tim. Hari raya bagi kami bukan lagi riuh dapur keluarga, tapi bisikan doa di barak sederhana,” ujar Nugroho, salah satu personel di lapangan.
Baca Juga: Elnusa Serap Capex Rp566 Miliar: Perkuat Armada Tangki BBM dan Teknologi Hulu Migas di 2026
Disiplin di Tengah Sunyi
Meski jauh dari hiruk-pikuk lebaran di kota, standar keselamatan kerja tidak kendor sedikit pun. Saban pagi, rutinitas diawali dengan pengecekan peralatan, pemakaian alat pelindung diri (APD), hingga briefing keselamatan.
Prinsip HSSE Golden Rules dan 10 Corporate Life Saving Rules (CLSR) menjadi harga mati agar setiap pekerja bisa pulang dengan selamat usai tugas negara tertunaikan.
Aktivitas eksplorasi yang dilakukan Regional 4 PEPC bekerja sama dengan Elnusa di area ini merupakan fondasi krusial bagi ketahanan energi Indonesia.
Setiap data yang dikumpulkan dari jalur seismik tersebut akan menjadi peta bagi potensi sumber daya energi masa depan.




