URBANCITY.CO.ID – Aktivitas ekonomi dan layanan publik di tiga provinsi Sumatra yang terdampak bencana mulai menunjukkan tren pemulihan positif.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa indikator ekonomi masyarakat di wilayah terdampak kini telah bergerak stabil dan terukur.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026), Qodari memaparkan data pemulihan yang mencakup sektor perdagangan, digitalisasi UMKM, hingga fasilitas sosial.
Pasar Rakyat Kembali Berdenyut
Salah satu bukti nyata pulihnya roda ekonomi adalah kembali beroperasinya pasar tradisional. Dari total 210 pasar rakyat di wilayah bencana, sebanyak 196 pasar atau sekitar 93,3 persen tercatat telah aktif kembali melayani warga.
Baca Juga:Â Kisah Nur Azmi: Ubah Wajah UMKM Rokan Hilir hingga Omzet Tembus Rp40 Juta Sebulan
Rincian pemulihan pasar di tiga provinsi tersebut antara lain:
- Aceh: 114 dari 127 pasar (89%) telah beroperasi.
- Sumatra Utara: 56 dari 57 pasar (98,2%) telah aktif kembali.
- Sumatra Barat: 100% pasar rakyat (26 unit) sudah berjalan normal.
Digitalisasi dan Stimulus Perbankan
Pemulihan ekonomi juga didorong oleh aktivitas UMKM berbasis digital. Pemerintah mencatat total transaksi e-commerce UMKM di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai Rp13,2 triliun sepanjang periode 22 Januari hingga 23 April 2026.
Terkait dukungan permodalan, pemerintah telah mengidentifikasi 193.703 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdampak dengan total outstanding Rp11,22 triliun. Data ini akan menjadi acuan kebijakan restrukturisasi kredit dan pendampingan usaha.




