“Bahan baku lokal yang dipadu dengan sentuhan seni dan aspek desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi,” kata Reni. Delapan IKM yang difasilitasi, antara lain Karya Seni Tanduk dan Kalaniwood, berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 338,16 juta selama pameran berlangsung.
Baca Juga: Misi Pindang Kaleng ke Manila, Makin Kompetitif Pet Food Palembang Ekspor Perdana
Peran Perempuan dan Keberlanjutan
Inacraft 2026 kali ini mengusung tema Exploring and Celebrating Womenpreneurs. Tema ini menyoroti peran strategis perempuan dalam menggerakkan industri kreatif.
Salah satu IKM binaan, PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara, bahkan menyabet Inacraft Awards 2026 untuk kategori Natural Fibers, membuktikan bahwa produk berbahan serat alam memiliki daya saing tinggi.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan bahwa dukungan pemerintah tidak berhenti di meja pameran.
Ditjen IKMA terus menggulirkan program diversifikasi produk, sertifikasi, hingga pendampingan ekspor. “Sehingga IKM siap bersaing dan mampu untuk naik kelas,” ucap Budi.
Dengan lonjakan ekspor yang signifikan dan penguatan desain yang kian kompetitif, industri kerajinan Indonesia kini bukan lagi sekadar pajangan budaya, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif yang tangguh di kancah global. (*)






