Ekosistem Rumah Produksi Bersama
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran RPB olahan kelapa yang didirikan sejak September 2022. Fasilitas ini dirancang untuk memutus pola lama petani yang hanya mengandalkan penjualan buah atau kopra.
Dengan pendampingan Kementerian UMKM, sabut kelapa yang sebelumnya dianggap sampah kini menjadi bahan baku industri otomotif, dekorasi, hingga geotekstil untuk pencegahan erosi.
“Ekspor perdana ini harus menjadi penggerak komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan produk manufaktur berbasis komoditas lokal oleh pengusaha UMKM,” tegas Ali.
Target Pasar Global
China dipilih sebagai tujuan ekspor karena statusnya sebagai salah satu konsumen sabut kelapa terbesar di dunia.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Genjot Ekspor Kepri: Tinjau Industri Kelapa di Bintan dan Elektronik di Batam
Keberhasilan menembus standar ketat di Negeri Tirai Bambu menjadi sinyal bahwa produk UMKM Indonesia kompetitif secara kualitas.
Saat ini, Indonesia tercatat berkontribusi lebih dari 20 persen terhadap perdagangan global kelapa dan turunannya.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar turut hadir melepas ekspor tersebut.
Pemerintah berharap model RPB ini dapat direplikasi di 16 lokasi strategis lainnya di Indonesia guna menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan bagi para petani. (*)






