URBANCITY.CO.ID – Penginapan. Para pelancong di tanah air mulai mengubah peta perjalanan liburan mereka secara radikal.
Wisatawan Indonesia kini berbondong-bondong meninggalkan hiruk-pikuk kota besar demi memburu keindahan alam yang asri, atmosfer budaya yang autentik, serta interaksi sosial yang erat dengan warga lokal.
Airbnb merekam fenomena ini dalam riset pasar teranyar mereka bertajuk Beyond the Beaten Track: Unlocking Tourism Growth Across Asia Pacific.
Laporan tersebut mengonfirmasi bahwa tren pelesiran ke wilayah terpencil alias hidden gems terus meroket sekaligus membuka sumur ekonomi baru bagi masyarakat perdesaan.
Data internal penyedia jasa akomodasi global ini menunjukkan bahwa hampir satu dari lima penginapan mereka di Indonesia kini beroperasi di luar wilayah urban.
Baca juga: Bukan Sekadar Greenwash: Mengintip Inovasi Radikal ‘Green Hotel’ di Pullman Lombok
Preferensi baru ini sukses memperpanjang durasi tinggal (length of stay) para tamu di kamar sewaan hingga di atas 15 persen sepanjang tahun lalu jika membandingkannya dengan rerata periode sebelumnya.
Angka-angka ini membuktikan bahwa turis secara konsisten mendambakan ketenangan dari destinasi antimainstream yang belum terjamah industri massal.
Mengerek Durasi Liburan di Lombok dan Mencetak Rekor Pemesanan di Papua
Pulau Lombok menjadi salah satu primadona baru yang menikmati berkah dari pergeseran selera pasar di kawasan Asia Pasifik ini.
Pulau di Nusa Tenggara Barat tersebut mencatatkan lonjakan durasi menginap para pelancong hingga mencapai 68 persen secara tahunan.




