URBANCITY.CO.ID – Industri pulp dan kertas nasional semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung manufaktur nonmigas Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, sektor ini mencatatkan performa ekspor yang impresif dengan total nilai mencapai USD 8,17 miliar, yang berasal dari ekspor pulp sebesar USD 3,60 miliar dan produk kertas senilai USD 4,57 miliar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa capaian ini membuktikan peran strategis sektor perkayuan dalam menopang ekonomi nasional.
Tak hanya menyumbang devisa, industri ini tercatat menyerap 1,4 juta tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui 113 perusahaan yang beroperasi.
Baca Juga: Produk Kertas Beralur RI Bebas BMTP Filipina, Mendag: Bukti Kita Bermain Adil
Dengan kontribusi yang diberikan oleh sektor industri ini kepada PDB pengolahan nonmigas telah menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu penopang utama manufaktur nasional.
“Selain itu, penyerapan lebih dari 1,4 juta tenaga kerja juga telah mencerminkan dampak luas sektor industri pulp dan kertas terhadap perekonomian nasional,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 April 2026.
Dominasi Pasar Kemasan Global
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa industri ini memiliki daya ungkit besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-7 dunia untuk industri pulp dan ke-6 untuk kertas. Di level Asia, posisi Indonesia bahkan lebih mentereng dengan menduduki peringkat ke-2 dan ke-4.




