Sektor penunjang juga tak luput dari penguatan melalui pengembangan armada maritim seperti hopper barge dan pembangunan fasilitas pergudangan strategis di Batam serta Duri.
Fundamental Kokoh dan Peringkat Kredit Melejit
Efisiensi operasional dan ketepatan investasi ini berdampak langsung pada kepercayaan pasar. Saham berkode ELSA sempat menyentuh level tertinggi sejak melantai di bursa (Initial Public Offering).
Baca Juga: Elnusa Raup Pendapatan Rp14,5 Triliun di 2025, Laba Bersih Naik dan Peringkat Kredit idAA+
Kondisi fundamental yang solid ini juga diakui oleh lembaga pemeringkat PEFINDO yang menaikkan peringkat kredit Elnusa menjadi idAA+.
Peringkat ini mencerminkan profil risiko kredit yang semakin rendah dan prospek bisnis yang stabil di tengah dinamika industri migas.
Menatap tahun 2026, perusahaan berkomitmen menjaga disiplin investasi. Fokus utama tetap pada optimalisasi aset eksisting dan penguatan teknologi digital untuk menjaga Net Profit Margin di level 5 persen.
Dengan total aset mencapai Rp10,9 triliun, Elnusa optimistis dapat terus menopang ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. (*)





