General Manager Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo, Rudy Rudolf H. Butarbutar, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memberikan pengalaman kuliner mewah yang tetap membumi.
Baginya, soto adalah pelepas rindu bagi ribuan pendatang yang kini menetap di ujung barat Pulau Flores tersebut.
“Melalui festival ini, kami ingin para wisatawan dan ribuan pendatang yang telah lama menetap di Labuan Bajo bisa menikmati berbagai varian soto khas nusantara sambil merasakan nuansa hotel yang Mewah,” ujar Rudy.
Baca Juga: Turut Promosikan Wisata, DAMRI Buka Rute Bandara Komodo – Labuan Bajo
Bagi warga lokal, festival berkonsep all you can eat ini menjadi kesempatan langka untuk mencicipi ragam soto yang selama ini mungkin hanya terdengar namanya saja.
Mengingat tingginya antusiasme pengunjung yang ingin menikmati hidangan hangat sembari menatap matahari terbenam (sunset) di perairan Bajo, pihak hotel sangat menyarankan tamu untuk melakukan reservasi lebih awal.
Simfoni 10 Varian Soto Ikonik
Soto bukan sekadar makanan, tetapi cerminan identitas dan tradisi daerah asalnya. Dalam festival ini, tamu dapat menikmati sepuluh pilihan soto autentik dengan karakter kuah yang beragam, mulai dari santan gurih hingga kuah bening yang menyegarkan.
● Soto Tangkar & Soto Betawi: Sajian khas Jakarta dengan racikan rempah yang kaya.
● Soto Madura & Soto Ayam Lamongan: Perwakilan rasa legendaris dari Jawa Timur.
● Soto Bandung & Soto Mie Bogor: Cita rasa segar khas tanah Pasundan.
● Soto Kudus & Soto Boyolali: Kuah bening yang hangat dan menenangkan.






