<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – Keindahan panorama senja di Labuan Bajo kini tak sekadar memanjakan mata. Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo melalui The Bay Restaurant mencoba menyentuh sisi emosional para pelancong dan perantau lewat aroma kuah rempah yang akrab di hidung. Melalui tajuk "Festival Soto Nusantara", hotel bintang lima ini menghadirkan perayaan kuliner yang digelar setiap Jumat pada 20 dan 27 Februari, serta 6 Maret 2026. Festival ini bukan sekadar jamuan makan malam biasa. Di lantai 6 hotel, tim kuliner yang dipimpin Executive Chef Novan menghidupkan kembali teknik pengolahan klasik untuk menjaga autentisitas rasa dari berbagai penjuru tanah air. <strong>Simfoni 10 Varian Soto Ikonik</strong> Soto dianggap sebagai representasi paling jujur dari keragaman budaya Indonesia dalam satu mangkuk. Dalam festival ini, tamu dapat menikmati sepuluh pilihan soto autentik dengan karakter kuah yang kontras, mulai dari yang kental bersantan hingga bening menyegarkan. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/meruorah-komodo-labuan-bajo-sajikan-iftar-nusantara-dengan-panorama-senja-marina/">Meruorah Komodo Labuan Bajo Sajikan Iftar Nusantara dengan Panorama Senja Marina</a></strong> Beberapa menu andalan yang dihadirkan antara lain: <ul> <li>Kekayaan Jakarta: Soto Betawi dan Soto Tangkar dengan kuah creamy dari perpaduan kemiri sangrai, jinten, serta kayu manis.</li> <li>Kesegaran Jawa: Soto Bandung dengan irisan lobak yang ringan, bersanding dengan Soto Boyolali dan Soto Kudus yang mengandalkan kaldu murni.</li> <li>Aroma Sumatera: Soto Medan dan Soto Padang yang menonjolkan sentuhan bunga lawang, kapulaga, dan lengkuas.</li> <li>Legenda Jawa Timur: Soto Ayam Lamongan lengkap dengan koya gurihnya yang khas, serta Soto Madura.</li> </ul> <strong>Jembatan Rasa bagi Perantau</strong><!--nextpage--> General Manager Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo, Rudy Rudolf H. Butarbutar, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memberikan pengalaman kuliner mewah yang tetap membumi. Baginya, soto adalah pelepas rindu bagi ribuan pendatang yang kini menetap di ujung barat Pulau Flores tersebut. “Melalui festival ini, kami ingin para wisatawan dan ribuan pendatang yang telah lama menetap di Labuan Bajo bisa menikmati berbagai varian soto khas nusantara sambil merasakan nuansa hotel yang Mewah,” ujar Rudy. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/turut-promosikan-wisata-damri-buka-rute-bandara-komodo-labuan-bajo/">Turut Promosikan Wisata, DAMRI Buka Rute Bandara Komodo – Labuan Bajo</a></strong> Bagi warga lokal, festival berkonsep all you can eat ini menjadi kesempatan langka untuk mencicipi ragam soto yang selama ini mungkin hanya terdengar namanya saja. Mengingat tingginya antusiasme pengunjung yang ingin menikmati hidangan hangat sembari menatap matahari terbenam (sunset) di perairan Bajo, pihak hotel sangat menyarankan tamu untuk melakukan reservasi lebih awal. <strong>Simfoni 10 Varian Soto Ikonik</strong> Soto bukan sekadar makanan, tetapi cerminan identitas dan tradisi daerah asalnya. Dalam festival ini, tamu dapat menikmati sepuluh pilihan soto autentik dengan karakter kuah yang beragam, mulai dari santan gurih hingga kuah bening yang menyegarkan. ● Soto Tangkar & Soto Betawi: Sajian khas Jakarta dengan racikan rempah yang kaya. ● Soto Madura & Soto Ayam Lamongan: Perwakilan rasa legendaris dari Jawa Timur. ● Soto Bandung & Soto Mie Bogor: Cita rasa segar khas tanah Pasundan. ● Soto Kudus & Soto Boyolali: Kuah bening yang hangat dan menenangkan.<!--nextpage--> ● Soto Medan & Soto Padang: Rempah aromatik khas Sumatera yang menggugah selera. (*)