URBANCITY.CO.ID – Fenomena kepanikan karena merasa akan tertinggal peluang, dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out), kerap muncul di dunia aset kripto. Kondisi ini biasanya terjadi ketika harga mengalami kenaikan cepat, sehingga mendorong banyak investor untuk terburu-buru masuk tanpa pertimbangan matang demi mengejar potensi keuntungan besar.
Terutama buat pemula yang baru akrab sama trading crypto, kondisi ini sering bikin keputusan tanpa mikir matang. Orang-orang bisa beli di harga puncak, buka posisi tanpa rencana, bahkan pakai leverage besar. Akhirnya, rugi lebih sering ketimbang untung, karena terlalu buru-buru tanpa riset dulu.
Nah, apa sih yang bikin FOMO ini muncul di pasar crypto? Biasanya dari gabungan lonjakan harga tiba-tiba, narasi yang kelewat hype, dan tren di media sosial. Kalau grafik lagi uptrend kuat, investor baru langsung tertarik. Media sosial kayak X atau Reddit juga bikin cepat viral; kalau lagi rame bahas token tertentu, banyak pemula langsung ikut beli biar nggak ketinggalan.
Ini makin parah kalau ada hype soal kelangkaan atau proyek baru yang lagi didanai. Sebelum ambil langkah, sebaiknya pahami dulu lewat edukasi, misalnya ikut kelas academy crypto, biar nggak salah langkah.
Baca Juga :Â Bank Jakarta Selesaikan Penyaluran Dana Pemerintah Rp1 Triliun, Siapkan Ekspansi Pembiayaan
Contoh FOMO yang pernah terjadi di dunia crypto? Banyak banget, lho.
Pertama, Bitcoin saat bull run 2017 dan 2020. Harganya lonjak, banyak investor ritel beli di puncak. Pas 2022 pasar balik arah, mereka rugi besar dan nunggu lama buat pulih.
Kedua, ledakan meme coin kayak Dogecoin dan Shiba Inu di 2021. Naik ribuan persen gara-gara hype medsos, tapi pas sentimen berubah, harganya anjlok drastis.
Ketiga, kejatuhan Luna. Token ini tarik investor baru dengan imbal hasil tinggi, tapi ekosistemnya runtuh, harga turun lebih dari 90%, bikin modal pemula hilang.
Keempat, pump and dump Pepe Coin di 2023. Naik lebih dari 10.000%, lalu turun 90% dalam 30 hari setelah aksi jual besar.
Kelima, Axie Infinity yang merosot 97%. Populer karena narasi pendapatan tinggi, banyak pemula beli AXS di harga tinggi, tapi nilainya jatuh hampir 97%.
Cara menghindari FOMO? Mulai dari punya rencana jelas: tahu kapan masuk, kapan keluar, dan kenapa pilih aset itu. Lakukan riset mendalam, jangan cuma ikut hype. Hindari kejar tren juga penting, karena pasar crypto naik-turun. Tunggu koreksi atau sinyal kuat biar nggak impulsif.
Kesimpulannya, FOMO di crypto itu fenomena psikologis yang umum banget di pasar cepat ini. Meski menggoda, putusin investasi cuma karena takut ketinggalan sering bikin rugi. Dengan paham penyebab, contoh historis, dan cara hindarinya, kita bisa investasi lebih bijak dan kelola risiko lebih sehat. Ingat, edukasi, disiplin, dan perencanaan itu kunci utama di industri crypto yang dinamis.



