Namun, kemitraan ini kini menghadapi tantangan baru: menjamurnya hoaks yang mencatut nama perusahaan pelat merah tersebut.
Baca Juga: Sambut Ramadhan, Kacang Dua Kelinci Luncurkan Kemasan Baru dan Program THR Digital
Belakangan, publik kerap dikejutkan oleh modus penipuan lowongan kerja hingga promo fiktif yang tak masuk akal—seperti janji diskon pada tanggal 30 Februari. Di sinilah, menurut Baron, peran pers menjadi vital sebagai penjernih informasi.
“Pertamina juga memandang pers sebagai mitra strategis dalam menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus berperan aktif dalam melawan hoaks dan penipuan digital yang berpotensi merugikan masyarakat,” tuturnya.
Melalui semangat “Energizing Indonesia”, Pertamina berkomitmen terus menyokong penguatan kapasitas jurnalis. Baron menegaskan, sinergi ini bukan sekadar soal pemberitaan, melainkan upaya membangun ekosistem informasi yang sehat demi melindungi masyarakat dari jerat penipuan digital.
“Pertamina menggandeng Media Massa untuk menjalankan peran ‘Energizing Indonesia’. Hal ini diperlukan terutama dalam membangun sektor energi yang berkelanjutan, sebagai sumber energi bagi kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia,” tambah Baron. (*)






