URBANCITY.CO.ID – Hulu minyak dan gas bumi masih menjadi tulang punggung pasokan energi global, meski transisi ke energi terbarukan kian menggeliat.
Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Avep Disasmita, menegaskan hal itu dalam Scope Upstream Excellence Forum bertajuk “Potensi dan Tantangan Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Mewujudkan Swasembada Energi” di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk mendeliver sumur secara aman, efisien, dan berkelanjutan. Di saat yang sama, Pertamina Drilling ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan dan swasembada energi nasional,” ujar Avep dalam presentasinya.
Avep melihat dinamika energi dunia ditentukan oleh keamanan energi dan dekarbonisasi. Mengutip OPEC World Oil Outlook 2025, ia bilang hingga 2050, separuh kebutuhan energi global masih akan bergantung pada migas, meski energi baru terbarukan naik.
Baca Juga: Direksi Pertamina Drilling Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja
“Ini menunjukkan bahwa migas masih akan menjadi backbone energi global dalam dekade mendatang. Karena itu, industri hulu migas tetap memiliki peran strategis, termasuk di Indonesia,” kata Avep.
Untuk menghadapi tantangan itu, Pertamina Drilling menerapkan strategi pertumbuhan ganda: optimalisasi migas rendah karbon plus peluang dekarbonisasi.
“Pertamina Drilling tidak hanya fokus pada efisiensi teknologi pengeboran, tetapi juga mulai mengembangkan green drilling, keterlibatan di proyek geothermal, serta carbon capture, storage, and sequestration (CCS),” ujarnya.




