URBANCITY.CO.ID – Industri furnitur tanah air kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional. CV Kayu Manis, Industri Kecil dan Menengah (IKM) asal Bantul, Yogyakarta, membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pada 6 Februari 2026, perusahaan ini resmi melepas enam kontainer mebel untuk dikirim ke Spanyol, Italia, Prancis, hingga Reunion.
Keberhasilan IKM binaan Kementerian Perindustrian ini menjadi oase di tengah dinamika perdagangan global yang kian menantang. Dengan spesialisasi furnitur kamar mandi dan interior berbahan kayu jati, produk-produk asal Yogyakarta ini kini mengisi ruang-ruang estetis di daratan Eropa.
Diversifikasi Pasar di Tengah Ketidakpastian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh mengawal IKM agar tak hanya jago kandang, tapi juga mampu menjawab selera konsumen global.
Baca Juga: Dorong Industri IKM, Kemenperin Resmikan Sentra Fesyen di Bintan
“Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal pengembangan industri furnitur dalam negeri yang inovatif,” ujar Agus dalam keterangannya, Senin, 16 Februari 2026.
Langkah diversifikasi pasar ke Eropa dipandang sebagai strategi cerdas di saat pasar utama tradisional, yakni Amerika Serikat, tengah dihantam kebijakan tarif resiprokal. Berdasarkan data Trademap, ekspor furnitur nasional hingga November 2025 telah menyentuh angka USD 1,67 miliar.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita, yang hadir langsung dalam pelepasan ekspor tersebut, menyebut CV Kayu Manis sebagai potret sukses adaptasi IKM. “CV Kayu Manis merupakan contoh kisah sukses pelaku IKM yang dapat menjawab tantangan pasar global,” kata Reni penuh bangga.




