URBANCITY.CO.ID – Industri Kecil dan Menengah (IKM) komponen otomotif yang tergabung dalam Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) melayangkan protes keras terhadap rencana importasi kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang berencana mendatangkan kendaraan utuh (CBU) dari India dinilai bakal mendisrupsi ekosistem manufaktur nasional yang sedang lesu.
Ketua PIKKO, Rosalina Faried, menyatakan kekecewaannya mengingat kapasitas produksi IKM lokal saat ini masih belum terserap optimal. Dengan tingkat utilisasi produksi yang hanya berada di angka 60-70 persen, masuknya kendaraan impor dikhawatirkan mengancam keberlangsungan usaha dan nasib ribuan pekerja.
“Dampak impor kendaraan utuh tidak hanya dirasakan pabrikan, tetapi juga pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen otomotif,” tulis Rosalina dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Ekspor Kerajinan IKM Tembus USD 305 Juta: Kemenperin Pacu Inovasi Lokal di Inacraft 2026
Potensi Ekonomi Rp27 Triliun Terancam
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya mencatat bahwa pasar kendaraan niaga, khususnya tipe pick-up, memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang sangat besar bagi ekonomi domestik.
Jika pengadaan kendaraan niaga sebanyak 70.000 unit dipenuhi oleh industri dalam negeri, potensi nilai tambah ekonomi atau backward linkage diperkirakan mencapai Rp27 triliun.
Dampak positif tersebut akan menyasar berbagai subsektor industri, mulai dari produsen ban, kaca, baterai (aki), hingga industri logam, kulit, dan plastik.




