URBANCITY.CO.ID – Pemerintah Indonesia dan Inggris resmi menyepakati penguatan kemitraan strategis melalui peluncuran Economic Growth Partnership (EGP).
Inisiatif ini dirancang sebagai platform kolaborasi terstruktur untuk menggenjot volume perdagangan, investasi, hingga percepatan transisi energi berkelanjutan di antara kedua negara.
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa EGP bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan instrumen praktis yang berorientasi pada masa depan.
Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya pada ‘the Launch of the UK-Indonesia EGP’ di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
“EGP merupakan instrumen kerja sama yang praktis dan berorientasi masa depan. Kemitraan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata, terukur, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam mengembangkan perdagangan dan investasi kedua negara,” ujar Wamendag Roro.
Baca Juga: BFN 2024: Tahun 2030 Ekonomi Digital Indonesia Bisa Capai USD360 Miliar
Cakupan Sektor Prioritas
Kemitraan baru ini mencakup spektrum luas, mulai dari ekonomi digital, penguatan rantai pasok, hingga pendidikan.
Sektor transisi hijau dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan juga menjadi poin krusial, mengingat komitmen kedua negara terhadap isu perubahan iklim global.
Wamendag Roro menekankan pentingnya stabilitas regulasi dan kepastian hukum sebagai fondasi agar implementasi EGP berjalan optimal.
Menurutnya, akses pasar yang lebih terbuka akan menarik minat pelaku usaha untuk melakukan ekspansi investasi jangka panjang.




