URBANCITY.CO.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian terus memperkuat sinergi industri nasional dengan menggandeng Rusia sebagai mitra strategis.
Komitmen ini dipertegas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Alexey Vladimirovich Gruzdev, di Saint Petersburg, Rusia.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada April 2026 lalu untuk memperdalam kolaborasi di berbagai sektor prioritas.
Transformasi Komitmen Menjadi Langkah Nyata
Wamenperin Faisol Riza menekankan bahwa hubungan erat yang telah terjalin harus segera diwujudkan dalam program kerja yang konkret.
Baca Juga: Dongkrak Nilai Jual Produk Lokal, Kemenperin Fasilitasi Desain Kemasan bagi Ribuan IKM
Sektor-sektor seperti manufaktur, galangan kapal, petrokimia, hingga farmasi menjadi fokus utama dalam pembahasan kali ini.
“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas tidak berhenti pada tataran komitmen, tetapi segera ditransformasikan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Faisol.
Target Implementasi I–EAEU FTA Tahun Depan
Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku pada tahun 2027.




