Perjanjian perdagangan bebas ini diharapkan menjadi platform strategis untuk mendongkrak volume perdagangan non-migas yang telah mencapai USD 4,04 miliar pada Oktober 2025.
Baca Juga: IKM Koto Batu Raih Penghargaan Internasional di Hong Kong, Kemenperin Pacu Ekspor Kriya
Selain itu, kedua negara tengah melakukan finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation yang rencananya akan ditandatangani saat momentum INNOPROM 2026 mendatang.
Optimalisasi Momentum INNOPROM dan BRICS
Status Indonesia sebagai Partner Country pada pameran industri internasional INNOPROM 2026 dinilai sebagai peluang emas untuk mendorong transfer teknologi dan menarik investasi besar dari Rusia.
Tak hanya itu, forum multilateral seperti BRICS juga dipandang strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia industri Indonesia.
“Momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional,” pungkas Faisol. (*)





