URBANCITY.CO.ID – Indonesia memperkuat posisinya di kancah internasional dengan berkontribusi aktif dalam penyusunan arah kerja sama industri.
Implementasinya, melalui forum 4th BRICS Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) Advisory Group Meeting di New Delhi, India.
Masyarakat urban dan para pelaku bisnis profesional masa kini memandang ekspansi jejaring global sebagai instrumen investasi strategis.
Instumen investasi ini dapat membuka peluang ekspansi pasar serta transfer teknologi tingkat tinggi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa keikutsertaan aktif ini menyelaraskan strategi transformasi industri nasional dengan kapabilitas kolektif negara-negara anggota BRICS.
Langkah diplomasi ekonomi ini memastikan bahwa sektor manufaktur tanah air siap menghadapi tantangan disrupsi teknologi dan dinamika rantai pasok dunia.
Menurut Agus, Indonesia memandang PartNIR sebagai platform penting untuk menyelaraskan strategi industri nasional dengan kapabilitas kolektif negara-negara BRICS.
Baca juga:Â Kemenperin Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Pengembangan Industri Kerajinan Berbasis Limbah Sawit
“Dengan menyatukan kekuatan dan saling berbagi strategi terbaik, kita dapat menjawab tantangan bersama” ujar Agus.
“Selain itu, memastikan kemajuan teknologi yang memberikan manfaat yang setara bagi seluruh negara peserta,” imbuhnya.
Transformasi Manufaktur dan Industri Hijau
Delegasi Indonesia memaparkan tiga pilar utama transformasi industri, yakni akselerasi IKM 4.0, percepatan dekarbonisasi menuju industri hijau.




