Bahkan, penguatan rantai pasok berbasis data melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Kalangan investor modern dan korporasi perkotaan melihat adopsi teknologi digital serta prinsip keberlanjutan sebagai fondasi krusial dalam merancang portofolio bisnis.
Utamanya portofolio bisnis yang tangguh dan ramah lingkungan.
Pemerintah memanfaatkan platform BRICS Centre for Industrial Competencies (BCIC) dan BRICS PartNIR Innovation Center (BPIC).
Sehingga, mampu menggenjot kompetensi sumber daya manusia serta melahirkan proyek-proyek inovasi bernilai tinggi.
Baca juga:Â Kemenperin Siapkan Dukungan Bahan Baku dan Mitigasi untuk Pulihkan Operasional PT Pakerin
Sinergi lintas negara ini menciptakan ekosistem bisnis yang sangat kondusif bagi pertumbuhan investasi jangka panjang di kawasan regional.
Akselerasi Proyek dan Kemitraan Konkret
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mewujudkan kerja sama konkret melalui pelatihan bersama, pertukaran keahlian, dan alih teknologi.
Para pelaku usaha urban dapat memanfaatkan momentum perluasan jaringan internasional ini untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar ekspor global.
Partisipasi aktif dalam penyusunan Joint Declaration di India membuktikan keseriusan Indonesia dalam memimpin transisi industri manufaktur yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.
Komitmen kuat ini memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling menjanjikan di Asia.




