Memasuki awal Januari, kata Emmanuel, bisnis FMCG mulai menunjukkan pertumbuhan bisnisnya. Momen ini diharapkan akan terus berlanjut hingga akhir 2026.
Baca Juga: Sambut Ramadhan, Kacang Dua Kelinci Luncurkan Kemasan Baru dan Program THR Digital
“Kita juga lihat di Januari 2026 (pertumbuhan penjualan) membaik juga. Jadi moga-moga ini uptrend untuk 2026. kita targetnya standar semua FMCG, biasanya growth sekitar 15-20 persen,” jelasnya.
Menurutnya, perseroan akan menjadikan tahun ini sebagai momen untuk melakukan pembenahan internal dalam memperkuat fondasi bisnis.
“Jadi saat ini kita fokus ke fondasi bisnis. Kita memperkuat, ini kesempatan bagus untuk rework, reformulasi, ganti-ganti apa yang kita akan ganti dan kita juga lagi fokus ke konsumen,” jelasnya.
Strategi Ganti Kemasan, Perkuat Relevansi
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah transformasi kemasan produk. Dua Kelinci resmi memperkenalkan kemasan baru yang lebih segar dan modern, sejalan dengan perubahan preferensi pasar.
Baca Juga: 10 Makanan yang Paling Banyak Dikonsumsi saat Lebaran
Emmanuel menegaskan, perubahan ini bukan sekadar pembaruan tampilan. “Bukan sekasar ganti baju. Ini brand Dua Kelinci 40 tahun, untuk relevan keluarga Indonesia mulai dari milenial, gen Z. Kita ganti kemasan sesuai situasi market saat ini,” katanya.
Adapun varian produk yang mendapatkan sentuhan baru ini mencakup seluruh lini unggulan, mulai dari Kacang Kulit, Kacang Koro, Kacang Polong, hingga Kacang Campur.
Transformasi tersebut juga menegaskan positioning produk sebagai camilan keluarga yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai fungsional. (*)






