URBANCITY.CO.ID – Langkah PT Pertamina EP (PEP) Limau Field dalam memperkuat ketahanan energi nasional kembali membuahkan hasil signifikan. Keberhasilan pengembangan sumur TMB-028 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menjadi motor utama melonjaknya angka produksi minyak di wilayah kerja tersebut pada kuartal kedua tahun ini.
Sumur yang terletak di Struktur Tanjung Miring Barat ini memulai proses tajak pada 29 Maret 2026 dan rampung pada 18 April 2026. Berdasarkan uji alir awal (initial flow test) yang dilakukan lima hari setelah komplesi, sumur TMB-028 tercatat mampu memproduksi 369 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD).
Kehadiran sumur baru ini secara otomatis mendongkrak performa produksi PEP Limau Field secara keseluruhan. Hingga 28 April 2026, lapangan ini mencatatkan produksi sebesar 5.870 BOPD. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan untuk April 2026 sebesar 4.764 BOPD.
Senior Manager PEP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah manifestasi dari komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi.
Baca Juga :Â Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Melonjak Per 4 Mei, Dexlite Tembus Rp26.000
“Tambahan produksi dari sumur TMB-028 menambah kontribusi PEP Limau Field terhadap ketahanan energi nasional. Keberhasilan pengembangan ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan energi untuk negeri melalui operasi yang andal dan berkelanjutan,” ujar Abdul Rachman.
Inovasi Data dan Sinergi Wilayah Secara teknis, pengembangan sumur TMB-028 digarap oleh tim Subsurface Development Area 2 PEP Zona 4. Proyek ini berpijak pada interpretasi seismik hasil akuisisi data 3D Kalyca. Sumur ini merupakan bagian dari skema pengembangan Final Investment Decision (FID) untuk wilayah Tanjung Miring Barat dan Karangan Timur.
Tren positif di Struktur Tanjung Miring Barat ini rencananya akan terus diduplikasi. Senior Manager Subsurface Development and Planning, Reza Nur Ardianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan untuk tahun-tahun mendatang.
“Kami akan melakukan pengembangan serupa melalui pengeboran dua sumur di Tanjung Miring Barat pada 2027 untuk menargetkan reservoir yang sama seperti TMB-028,” kata Reza.
Di sisi lain, kelancaran operasional di lapangan tidak lepas dari aspek non-teknis, yakni dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Sejak sosialisasi tajak dimulai pada awal Januari lalu, sinergi dengan warga desa setempat terus dipupuk demi menghindari kendala di lapangan, termasuk potensi pungutan liar atau tuntutan yang tidak sesuai regulasi.
Dalam menjalankan operasinya, Pertamina EP Zona 4 mengklaim tetap memegang teguh prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Hal ini dianggap krusial untuk memastikan setiap barel minyak yang dihasilkan tidak mengorbankan keselamatan pekerja maupun kelestarian lingkungan di wilayah Sumatera Selatan.




