Dengan tema “Lebaran di Candi Kembali Fitri Sepenuh Hati,” mereka akan menampilkan berbagai aktivitas yang merayakan kekayaan budaya dan kolaborasi dengan UMKM lokal.
Masa Ramai Lebaran di TWC akan berlangsung dari 1 hingga 6 April 2025. PT TWC memprediksi kunjungan ke Candi Borobudur akan mencapai 76 ribu orang, Candi Prambanan 94 ribu orang, dan Keraton Ratu Boko 6 ribu orang. Selain itu, Teater Pentas Ramayana juga akan digelar dengan target penonton 5.200 orang.
Baca Juga: InJourney Dukung Penurunan Harga Tiket Pesawat Selama Ramadan dan Idul Fitri 2025
Untuk akomodasi, The Manohara Hotel Yogyakarta menargetkan peningkatan okupansi kamar sebesar 16% dibanding tahun lalu. Jam operasional loket di TWC Borobudur adalah dari pukul 06.30 hingga 16.30 WIB, sedangkan di TWC Prambanan dari pukul 06.00 hingga 17.15 WIB, dan Keraton Ratu Boko dari pukul 07.00 hingga 17.15 WIB.
PT TWC juga menyiapkan 900 petugas operasional untuk memastikan kenyamanan pengunjung selama Masa Ramai Lebaran. Mereka bekerja sama dengan TNI, POLRI, dan petugas keamanan untuk menjaga keamanan di seluruh kawasan. Selain itu, ada 14 petugas medis dari rumah sakit terdekat untuk menangani masalah kesehatan.
Menyadari tantangan yang mungkin muncul akibat lonjakan pengunjung, PT TWC berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. “Kami mengajak semua wisatawan untuk menjaga ketertiban dan kebersihan di destinasi kita,” kata Febrina Intan, Direktur Utama PT TWC.
InJourney juga berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (KEMENEKRAF) untuk memajukan ekonomi kreatif dan mendukung UMKM lokal. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi dan menyerap tenaga kerja di seluruh daerah, terutama di destinasi wisata.






