URBANCITY.CO.ID – Konsumen urban modern memandang barang mewah bukan lagi sebatas simbol status, melainkan portofolio investasi dan ekspresi identitas kultural bernilai tinggi (cultural capital).
Tren conscious luxury kini mendorong kerajinan etnik bertransformasi menjadi aset gaya hidup berkelas dunia.
Membuktikan daya saing tersebut, warisan Minangkabau berupa Sulam Kapalo Samek Pasia Baru asal Padang Pariaman sukses mengunci kontrak produksi senilai USD 22.000 (sekitar Rp400 juta) pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Kemitraan strategis ini mempertemukan Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman dengan PT Miumosa Artha Mandiri, sebuah entitas fashion-tech dan Design-Led Cultural IP Company bereputasi lintas benua.
Baca Juga: Investasi Wisata Mewah Yogyakarta: Kemenpar Bidik Pasar Premium Singapura
Langkah bisnis ini membuka ruang investasi baru bagi produk kriya tradisional agar mampu menghasilkan imbal hasil komersial nyata di kancah global.
Sentuhan Avant-Garde untuk Gaya Hidup Modern
Miumosa memadukan kehalusan sulaman tangan khas Pasia Baru dengan teknologi terkini guna melahirkan koleksi avant-garde premium.
Para profesional urban di pusat mode dunia segera menikmati stiletto heels, tas eksklusif, serta aksesori mewah ini di hub mode Amsterdam hingga pasar premium Jepang.
Baca Juga: Gaya Hidup Urban Pacu Investasi Pariwisata dan Tren Hotel Mewah RI
Sentuhan kriya otentik ini menawarkan diferensiasi gaya yang distingtif bagi kaum urban yang mendambakan keunikan personal sekaligus nilai estetika tinggi.
Sebelum mencetak kesepakatan ratusan juta rupiah di TEI 2026, sulaman prestisius ini telah memikat kurator gaya hidup di ajang Kriyanusa 2026 dan Indonesia Creative Week Belgium 2026 di Antwerp.
Reputasi internasional yang terbangun solid mendorong Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI menetapkan karya perempuan Pasia Baru ini sebagai representasi unggulan Indonesia.
Narasi Berharga di Balik Kemewahan Bernilai IP
Baca Juga: Kemenpar Pacu Peluang Investasi Wisata Urban Lewat Program WISH 2026
Direktur Utama sekaligus Pendiri PT Miumosa Artha Mandiri, Anindya Sukarni, menegaskan bahwa nilai investasi produk ini bertumpu pada kekuatan narasi (story behind the product) dan orisinalitas karya para perajin lokal.
“Miumosa bukan sekadar menjual barang fungsional, melainkan menjual kekayaan intelektual, warisan budaya, dan identitas Nusantara dalam balutan mode premium. Sulam Kapalo Samek Pasia Baru sangat indah dan memiliki narasi yang begitu kuat—dikerjakan secara turun-temurun oleh jemari tangguh para perempuan di sebuah kampung di Padang Pariaman,” ujar Anindya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, memimpin langsung delegasi bersama Ketua Koperasi Wanita Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru, Sispa Marlina, serta Pengurus Dekranasda Muhammad Fadhly.
Keberhasilan ini memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka jalan kesejahteraan yang lebih luas bagi komunitas perajin.
Baca Juga: Industri Kaca Nasional Pacu Properti Hijau dan Investasi Berkelanjutan
“Alhamdulillah, kita membuka pintu peluang baru bagi keberlanjutan usaha para perajin di Padang Pariaman. Ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk mendorong kemajuan Kampung Sulam Kapalo Samek,” tutur Ny. Nita Christanti Azis.
Ekosistem Inovasi Bawa Kriya Lokal Mendunia
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyokong penuh percepatan hilirisasi industri kreatif ini agar perajin lokal tampil percaya diri di pasar global.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen penuh mendukung perajin kita. Pembangunan fisik dan ekosistem ‘Kampung Sulam Kapalo Samek’ akan segera kita wujudkan, didukung pula oleh kemitraan perbankan seperti Bank Nagari,” tegas John Kenedy Azis.
Baca Juga: Investasi Talenta Manufaktur: Kemenperin Pacu Produktivitas SDM Urban
Pascapenandatanganan kerja sama, Miumosa dan Dekranasda langsung mengeksekusi lima fase strategis: Tahap Legal & Komersial, Tahap Kreatif & Pengembangan Desain, Tahap Manajemen Supply Chain & Produksi, Tahap Integrasi Teknologi & IP Digital, hingga Tahap Distribusi & Manajemen Pasar (Go-to-Market & Retail).
Kolaborasi ini menegaskan bahwa kemasan kekayaan intelektual (IP) modern sukses menyulap tradisi Nusantara menjadi komoditas gaya hidup perkotaan yang bergengsi dan bernilai investasi tinggi.




