Baca Juga: BNI Salurkan Rp5 T Fasilitas ke Jamkrindo, Perkuat Dukungan Pembiayaan UMKM dan Proyek Strategis
“SCF menjadi relevan di tengah kondisi ekonomi saat ini, karena berbasis pada sektor riil dan memberikan kesempatan bagi pemodal untuk memperoleh keuntungan dari bisnis dan proyek yang terbukti menguntungkan, sekaligus Jadi Bermakna bagi masyarakat Indonesia secara lebih luas,” ungkap Vincent.
Vincent menyarankan pemodal untuk jeli memilih industri yang relevan dengan kebutuhan masa depan, seperti kendaraan listrik, konsumsi makanan dan minuman, serta proyek supply chain korporasi.
Transformasi Pasar Modal yang Inklusif
Ketua Dewan Pembina ALUDI, Prof. Wimboh Santoso, menegaskan bahwa SCF adalah bagian dari transformasi pasar modal agar lebih inklusif.
Senada dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus mengawal ekosistem ini agar berjalan sehat.
Baca Juga: Bank DKI Catatkan Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan UMKM Sebesar 15,54% di Q3/2024
“Peran regulator sangat penting dalam memastikan ekosistem SCF berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Dengan ekosistem yang terjaga, SCF memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kanal pembiayaan UMKM di Indonesia,” jelas Muhammad Adi Wijoyo, Direktur Perizinan di OJK.
Saat ini, ALUDI bersama KSEI dan OJK tengah menginisiasi penguatan infrastruktur data untuk menyediakan informasi industri yang lebih terstandar dan transparan demi perlindungan publik yang lebih baik. (*)






