Baca Juga: BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Menjadi 72 Jiwa
Aksi Nyata dan Kolaborasi Perkuat Resiliensi Sosial NTT
Langkah responsif ini mencerminkan tren gaya hidup filantropi modern yang mengedepankan kehadiran langsung serta empati aktif di lapangan.
Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung, memandang keterlibatan relawan sebagai wujud nyata gotong royong yang memberikan dampak psikologis positif bagi para penyintas.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa hati untuk hadir dan ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat. Kami terpanggil untuk memberikan diri dan terlibat langsung dalam penanganan masyarakat,” ujar Yuvensius.
Baca Juga: Gempa M 7,6 di Sulawesi dan Maluku Utara, Presiden Prabowo: Prioritas Penyelamatan Warga
Distribusi Terpadu Bangun Kembali Produktivitas Warga
Sebelum menerjunkan relawan ke garis depan, tim telah membangun jaringan posko komando terpadu di Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Keberadaan simpul koordinasi ini memastikan setiap bantuan logistik dan intervensi kesehatan tersalurkan secara efisien, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami melihat masyarakat tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga kehadiran orang-orang yang dapat membantu mendistribusikan bantuan, memasak di posko, dan memberikan pelayanan. Tenaga kesehatan di daerah terdampak juga merupakan bagian dari masyarakat yang terkena dampak, sehingga membutuhkan dukungan tambahan,” jelasnya.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung, ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Normal




