URBANCITY.CO.ID – Harga beras medium dan premium terus merangkak naik hingga pekan kelima Juli 2026. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat urban untuk semakin cermat mengatur pengeluaran rumah tangga sekaligus memperhatikan tren inflasi pangan yang berpotensi memengaruhi daya beli dan keputusan investasi konsumsi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kenaikan harga beras telah berlangsung sejak Februari 2026. Tren tersebut mencerminkan tekanan pada komoditas pangan strategis yang menjadi kebutuhan utama hampir seluruh rumah tangga di Indonesia.
“Sejak bulan Februari sampai dengan minggu kelima Juli, beras selalu mengalami peningkatan harga untuk beras medium dan juga beras premium. Harga beras medium naik 0,50 persen dan beras premium naik 0,52 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.
Baca Juga:Â Harga Beras Melonjak, Penyaluran Beras Bulog Jadi Rumit dan Membingungkan
Harga Beras Terus Naik, Belanja Rumah Tangga Perlu Disesuaikan
BPS mencatat rata-rata harga beras medium secara nasional pada pekan kelima Juli 2026 mencapai Rp14.489 per kilogram. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang berada di level Rp14.417 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada beras premium. Rata-rata harga nasional mencapai Rp16.330 per kilogram pada akhir Juli 2026, lebih tinggi dibandingkan Rp16.245 per kilogram pada Juni. Peningkatan ini membuat masyarakat perkotaan perlu menyusun kembali prioritas belanja agar anggaran tetap efisien tanpa mengurangi kualitas konsumsi.




