URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup masyarakat perkotaan kini bergerak dinamis seiring ledakan konsumsi konten digital, tren ruang kreatif ramah lingkungan, dan adopsi kecerdasan buatan.
Transformasi gaya hidup ini menuntut perlindungan komersial serta ekosistem industri yang mampu memberi nilai imbal hasil konkret bagi para pelaku usaha urban.
Menjawab dinamika pasar tersebut, ajang Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2026 memfasilitasi ratusan delegasi dunia untuk merumuskan cetak biru ekonomi masa depan di Jakarta pada Rabu (21/10/2026).
Pertemuan bergengsi ini menjadi bagian integral dari World Conference on Creative Economy (WCCE) bertema “Inclusively Creative: Collective Continuity”.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar: Kampus Adalah Ruang Aman Eksperimen dan Source Code Ekonomi Kreatif
Peluang Investasi dan Keuntungan Finansial Ekosistem Kreatif
Pertemuan internasional ini membedah empat pilar strategis yang membentuk fondasi dokumen Jakarta Vision on Creative Economy guna membuka potensi investasi bernilai tinggi.
Dokumen tersebut menitikberatkan integrasi kecerdasan buatan dalam memperluas skala bisnis kreatif serta percepatan monetisasi kekayaan intelektual (HKI) agar kreator urban menikmati nilai ekonomi yang adil.
Selain itu, integrasi prinsip ekonomi sirkular dan penciptaan ekosistem inklusif memperkuat prospek pembiayaan hijau berkelanjutan bagi para investor global.
Baca Juga: Desain Identitas Daerah Jadi Investasi Strategis Ekonomi Kreatif Urban
“Saya berharap kita dapat menjadikan pertemuan ini sebagai ruang dialog kebijakan ekonomi kreatif, tempat kita berbicara secara terbuka, bertukar pengalaman, membahas kondisi dan masa depan ekonomi kreatif global, serta merumuskan langkah bersama untuk membawa Jakarta Vision ke tahap berikutnya. Pada akhirnya, Jakarta Vision bukanlah akhir dari percakapan kita. Visi ini harus menjadi fondasi bagi langkah-langkah kita selanjutnya,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/10).
Mendorong Jakarta Vision Menuju Resolusi PBB Pasca SDGs 2030
Langkah diplomasi ekonomi ini menghadirkan kepastian hukum jangka panjang yang sangat krusial bagi stabilitas portofolio para pemodal ventura lintas batas.
Kolaborasi strategis bersama Kementerian Luar Negeri mengawal substansi dokumen agar masuk ke dalam pembahasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga: Peluang Investasi Ekonomi Kreatif Rp1.757 Triliun Topang Gaya Hidup Kaum Urban
Kehadiran regulasi global memberi jaminan proteksi bagi aset takbenda serta memacu pertumbuhan industri hiburan, periklanan, dan teknologi kota-kota modern dunia.
“Dokumen yang kita sedang susun dengan judul Jakarta Vision on Creative Economy, berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk diusulkan masuk ke dalam UN resolution. Agar ekonomi kreatif ini juga menjadi salah satu program prioritas pembangunan dunia pasca SDGs terakhir,” jelas Menteri Ekraf.
Dukungan Global Membuka Ruang Kolaborasi Bisnis Urban
Kehadiran 472 delegasi dari 64 negara serta 7 organisasi internasional mencerminkan kepercayaan masif pemodal terhadap resiliensi sektor ekonomi kreatif.
Baca Juga: Investasi Literasi Anak Perkuat Ekonomi Kreatif, Karya Raya 2026 Cetak Rekor Buku
Partisipasi luas ini membuka akses permodalan baru, mempermudah pertukaran teknologi canggih, dan mempercepat komersialisasi produk kreatif lokal ke pasar ekspor.
Rangkaian gagasan produktif ini bergulir menuju Ministerial Meeting WCCE guna menyepakati arsitektur ekonomi baru yang menopang kesejahteraan masyarakat urban secara berkelanjutan.




