URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memastikan seluruh pembangkit listrik berbasis panas bumi yang dikelolanya beroperasi optimal guna mengawal pasokan listrik nasional selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.
Emiten berkode PGEO ini menyiagakan infrastruktur energinya untuk meredam lonjakan beban listrik saat puncak arus mudik dan perayaan lebaran.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menegaskan bahwa keandalan energi panas bumi menjadi pilar krusial dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan di tengah mobilitas masyarakat yang masif.
“PGE berkomitmen memastikan pasokan listrik berbasis panas bumi tetap terjaga secara optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kehangatan,” ujar Ahmad Yani dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Strategi Karbon Pertamina Geothermal: PGEO Targetkan Jual 110 Ribu Ton Kredit Karbon pada 2026
Penopang 70 Persen Kapasitas Nasional
Saat ini, PGE menguasai sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi di Indonesia melalui pengelolaan 15 Wilayah Kerja (WK) dengan total kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW). Kontribusi ini tersebar di berbagai titik strategis yang menjadi tumpuan beban listrik daerah.
Beberapa unit andalan yang disiagakan antara lain:
- PLTP Kamojang: Memasok kebutuhan listrik harian bagi lebih dari 260.000 rumah tangga.
- PLTP Lahendong: Menyuplai lebih dari 30 persen kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
- PLTP Ulubelu: Menopang sekitar 20 persen beban listrik di Provinsi Lampung.
Keunggulan Bebas Cuaca




