Sementara saat arus balik jumlah kendaraan yang masuk wilayah Jabodetabek pada H1-H7 atau periode 10-18 April 2024 diperkirakan 1,92 juta kendaraan.
Selain JMTC, Jasa Marga juga menjadi operator jalan tol pertama di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi Intelligent Transportation System (ITS). Teknologi ini terus dikembangkan melalui super-app Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) yang digunakan petugas JMTC dalam pelayanan jalan tol yang terintegrasi sekaligus pusat informasi lalu lintas.
Baca juga: Jasa Marga Tambah Fitur di Aplikasi Travoy Agar Mudik Ceria Penuh Makna
Sementara untuk memantau volume lalu lintas serta kapasitas maksimal sebuah ruas tol sebagai dasar pelaksanaan rekayasa lalu lintas, Jasa Marga menggunakan teknologi traffic counting berbasis Microwave dan CCTV Analytic berbasis Artificial Intelligence (AI).
Jasa Marga memasang traffic counting sebanyak 159 unit di ruas tol Jabodetabek, Transjawa, serta rest area-nya untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas.
Jasa Marga juga telah menambah titik pemantauan kecepatan berbasis satelit pada jalur arteri Jakarta-Malang dan Bali sebanyak 195 titik.
Sedangkan di jalan tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga mengoperasikan Lane Control Signal (LCS) sebanyak lima titik, guna pengaturan lajur contraflow.
“Kami melakukan koordinasi (dengan semua pemangku kepentingan) selama arus mudik dan arus balik Lebaran melalui layanan One Call Center Jasa Marga. Kami menghimbau pengguna jalan tidak melakukan perjalanan pada waktu yang diprediksi menjadi puncak arus mudik dan arus balik supaya perjalanan mudik lebih nyaman,” ujar Fitri.






