URBANCITY.CO.ID – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengejutkan publik sepak bola dengan rencana perubahan aturan adu penalti di Piala Dunia 2026 secara mendadak. Fokus perubahan tersebut menyasar mekanisme undian koin yang selama ini dilakukan sebelum babak tos-tosan dimulai.
Saat ini, regulasi mewajibkan dua kali undian koin: pertama untuk menentukan tim penendang, dan kedua untuk menentukan sisi gawang yang digunakan.
Berdasarkan laporan Sports Illustrated, FIFA telah mengajukan proposal perubahan kepada Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) demi efisiensi dan untuk menghindari potensi kerugian ganda bagi tim yang kalah dalam undian.
“FIFA sudah mengajukan satu usulan agar kapten satu tim memilih giliran [menendang] atau lokasi tendangan, bukan keduanya,” tulis Sports Illustrated mengutip kabar The Times.
Baca Juga : Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Cetak Gol di 6 Edisi Piala Dunia
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai alasan mendesak FIFA di balik rencana perubahan aturan tersebut. Padahal, turnamen Piala Dunia 2026 sendiri telah berjalan lebih dari satu pekan.
Karena babak adu penalti baru akan diterapkan pada fase gugur, muncul spekulasi bahwa IFAB mungkin akan merilis aturan baru ini tepat sebelum babak 32 besar dimulai pekan depan.
“FIFA punya kekuatan untuk menekan IFAB untuk menerima pengajuan [perubahan] sebelum fase gugur dimulai,” lanjut laporan tersebut.
Rencana perubahan ini dinilai sebagian kalangan minim urgensi. Merujuk pada jurnal Ekonomi dan Psikologi karya David Pipke, tidak ditemukan kaitan yang signifikan antara urutan penendang dengan peluang kemenangan.
“Pipke meneliti 7.000 adu penalti dan 74 ribu tendangan untuk menemukan bahwa tidak ada bukti bahwa tim penendang pertama punya peluang lebih baik untuk menang,” demikian laporan Sports Illustrated.




