URBANCITY.CO.ID – Bombardir Sanaa. Eskalasi konflik di Timur Tengah kian membara setelah Angkatan Udara Israel (IAF) melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Yaman, Sanaa, pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Serangan ini menyasar jantung kekuatan kelompok Houthi, termasuk menghancurkan istana presiden dan sejumlah infrastruktur vital.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bersama Menteri Pertahanan Israel Katz dan Panglima IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir, memantau langsung operasi tersebut dari pusat komando Angkatan Udara di Tel Aviv. Netanyahu menegaskan bahwa serangan ini merupakan pesan keras bagi siapa pun yang berani mengusik kedaulatan Israel.
“Siapa pun yang menyerang Israel, kami pasti menyerang mereka. Saya pikir seluruh kawasan harus mengetahui kekuatan dan tekad Israel,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video yang dirilis Kantor Perdana Menteri.
Baca Juga: Pakar Iran Tuduh Israel dan AS Manipulasi Cuaca Penyebab Krisis Air di Iran
Balasan Atas Rudal Bom Cluster
Operasi udara yang melibatkan selusin jet tempur ini merupakan respons atas serangan rudal balistik Houthi ke Ginaton, Israel Tengah, pada Jumat malam sebelumnya.
Investigasi IAF mengungkapkan temuan mengejutkan bahwa Houthi untuk pertama kalinya menggunakan proyektil dengan hulu ledak bom cluster dalam serangan tersebut.
Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa serangan balasan ini telah melumpuhkan simbol kekuasaan Houthi. Ia menegaskan bahwa kelompok tersebut harus menanggung konsekuensi berat atas tindakan mereka.




