“Rezim Houthi harus belajar bahwa mereka akan membayar dengan harga yang mahal atas serangannya terhadap Israel,” tegas Netanyahu.
Infrastruktur Vital Jadi Sasaran
Baca Juga:Â Suriah dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Setelah Bentrokan Mematikan di Suwayda
Militer Israel (IDF) melaporkan bahwa target serangan mencakup kompleks militer yang di dalamnya terdapat istana presiden, depot bahan bakar, dan dua pembangkit listrik. Fasilitas energi tersebut dinilai sebagai tumpuan utama yang mendukung aktivitas militer Houthi di Yaman.
Lebih dari 30 amunisi dijatuhkan di empat titik strategis di Sanaa. Selain gempuran udara, Israel juga mulai memberlakukan blokade udara dan laut untuk memutus akses logistik serta infrastruktur yang digunakan oleh kelompok tersebut.
“Untuk satu rudal yang mereka luncurkan ke Israel, Houthi harus membayar berkali-kali lipat,” ujar Israel Katz sebagaimana dilansir dari The Times of Israel.
Laporan Korban di Sanaa
Di sisi lain, media resmi Houthi, TV Al Masirah, melaporkan dampak kerusakan di lapangan. Akibat serangan jet tempur Israel ke depot bahan bakar minyak di Kota Sanaa, dilaporkan dua orang tewas dan sedikitnya 35 orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan ini menandai babak baru keterlibatan langsung Israel dalam palagan di Yaman, yang diprediksi akan semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Laut Merah dan sekitarnya. (*)




